BALI — PEDOT.PRO || Sudah sembilan hari berlalu sejak insiden yang menimpa KMP Putri Yasmin di jalur penyeberangan Padangbai, Bali–Lembar, Lombok, pada 12 Agustus 2026. Namun, hingga Sabtu (22/8/2026), keberadaan I Made Sutarjana, salah satu penumpang yang dilaporkan belum ditemukan, masih menjadi misteri.
I Made Sutarjana merupakan warga asal Denpasar yang dikenal sebagai Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya. Perusahaan tersebut diketahui menaungi jaringan perhotelan The Oberoi Beach Resort yang beroperasi di kawasan Seminyak, Bali, serta Lombok Utara.
Hilangnya I Made Sutarjana dalam insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga. Selama sembilan hari, keluarga masih menanti kabar mengenai keberadaan pria tersebut, dengan harapan dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun sehingga memberikan kepastian kepada keluarga.
Dalam perkembangan penanganan kecelakaan KMP Putri Yasmin, operasi pencarian dan pertolongan atau SAR sebelumnya telah dilakukan oleh tim gabungan. Namun, setelah seluruh tahapan operasi dilaksanakan, operasi SAR resmi akhirnya dihentikan.
Meski operasi resmi telah ditutup, empat korban dilaporkan masih belum ditemukan. Salah satu di antaranya adalah I Made Sutarjana.
Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus menghadapi situasi yang sangat berat. Di satu sisi, mereka masih berharap adanya kemungkinan korban dapat ditemukan. Di sisi lain, penghentian operasi SAR menjadi babak baru bagi keluarga untuk menentukan langkah berikutnya.
Pihak keluarga I Made Sutarjana kini tengah mempersiapkan langkah selanjutnya setelah operasi pencarian resmi dihentikan. Mereka berharap berbagai informasi maupun perkembangan di lapangan dapat memberikan titik terang mengenai keberadaan korban.
Di tengah ketidakpastian tersebut, harapan keluarga agar I Made Sutarjana segera ditemukan masih terus disampaikan.
“Mudah-mudahan beliau bisa cepat ditemukan dan bisa berkumpul bersama keluarganya.”
Ungkapan tersebut menggambarkan besarnya harapan keluarga agar proses pencarian tidak berakhir tanpa kepastian. Bagi keluarga, ditemukannya korban merupakan hal penting untuk memperoleh kejelasan sekaligus mengakhiri penantian yang telah berlangsung selama sembilan hari.
Peristiwa yang melibatkan KMP Putri Yasmin tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi perhatian publik. Insiden tersebut kembali mengingatkan pentingnya aspek keselamatan transportasi laut, kesiapsiagaan pelayaran, prosedur evakuasi, serta penanganan korban dalam kecelakaan kapal penyeberangan.
Keberadaan empat korban yang hingga kini belum ditemukan juga menjadi perhatian tersendiri. Bagi keluarga, setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban memiliki arti yang sangat besar.
Sementara itu, setelah operasi SAR resmi ditutup, keluarga korban diharapkan tetap mendapatkan pendampingan dan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan pascakecelakaan.
Sembilan hari berlalu, tetapi harapan keluarga belum berakhir. I Made Sutarjana dan korban lainnya yang masih belum ditemukan diharapkan segera mendapatkan titik terang, sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian mengenai orang yang mereka cintai.
Semoga seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.






