Beranda / Berita / Buang Selfie Dulu, Makan Belakangan; Rekan Wartawan Geleng Kepala, Restoran Jadi “Studio Dadakan”

Buang Selfie Dulu, Makan Belakangan; Rekan Wartawan Geleng Kepala, Restoran Jadi “Studio Dadakan”

Banyuwangi – pedot.pro || Kamis (11/6),  Nama Buang, salah satu pimpinan media online di Banyuwangi, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan rekan-rekan jurnalis. Namun kali ini bukan karena investigasi tajam, wawancara eksklusif, atau keberhasilannya mengungkap sebuah peristiwa penting, melainkan karena kebiasaan uniknya yang dianggap sudah mencapai “level profesional”, yakni berselfie ria sebelum menyantap makanan di restoran ternama.

Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah wartawan dan pegiat media berkumpul untuk makan bersama usai menjalankan aktivitas jurnalistik yang cukup padat. Ketika hidangan mulai tersaji di atas meja, sebagian besar tamu langsung bersiap menikmati makanan. Namun berbeda dengan Buang, yang justru tampak sibuk mengatur pencahayaan, mencari sudut terbaik, hingga berkali-kali mengganti posisi duduk demi mendapatkan hasil foto yang dianggap sempurna.

Menurut beberapa rekan yang hadir, makanan yang masih mengepul hangat itu seolah harus “menunggu persetujuan kamera” sebelum akhirnya boleh disantap.

> “Kami sudah hampir selesai makan, beliau masih sibuk menentukan angle terbaik. Mungkin takut nasinya kurang fotogenik,” ujar salah satu wartawan sambil tertawa.

Tak hanya sekali, proses pengambilan gambar dilakukan berulang kali. Mulai dari foto makanan, foto minuman, foto bersama, hingga selfie tunggal dengan berbagai ekspresi. Bahkan ada yang berseloroh bahwa suasana restoran mendadak berubah fungsi menjadi studio fotografi dadakan.

Seorang rekan lainnya mengatakan bahwa setiap menu yang datang seakan harus menjalani sesi dokumentasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap konsumsi.

> “Kalau makanan bisa bicara, mungkin sudah protes karena terlalu lama dipajang di depan kamera,” candanya.

Fenomena tersebut sebenarnya menggambarkan realitas era digital saat ini, di mana aktivitas makan tidak lagi sekadar urusan mengisi perut, tetapi juga menjadi bagian dari konten media sosial. Namun, tingkah Buang yang begitu total dalam berburu foto terbaik membuat rekan-rekannya tak henti-hentinya melontarkan gurauan.

Bahkan ada yang mengusulkan agar Buang segera mendaftarkan hak cipta atas gaya selfie andalannya. Candaan itu merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang memberikan perlindungan hukum terhadap karya fotografi sebagai hasil kreativitas seseorang. Meski disampaikan dengan nada bercanda, rekan-rekannya menilai koleksi foto Buang sudah cukup banyak untuk dibuatkan album khusus.

Di sisi lain, aktivitas dokumentasi yang dilakukan untuk kepentingan publikasi juga merupakan hal yang lazim dalam dunia jurnalistik. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, insan pers memiliki kebebasan untuk memperoleh, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hanya saja, menurut rekan-rekan Buang, kali ini fokus dokumentasi lebih banyak tertuju pada makanan dan ekspresi wajah dibandingkan agenda pemberitaan.

“Kalau liputan secepat kilat, tapi kalau urusan selfie bisa sampai babak tambahan,” ujar seorang reporter yang hadir di lokasi.

Meski menjadi sasaran candaan sepanjang acara, suasana kebersamaan tetap berlangsung penuh keakraban. Tidak ada yang merasa terganggu, bahkan tingkah Buang justru menjadi hiburan tersendiri di tengah rutinitas jurnalistik yang sering kali penuh tekanan dan tenggat waktu.

Beberapa wartawan mengaku sudah memahami kebiasaan tersebut. Karena itu, setiap kali makan bersama, mereka bahkan sengaja menunggu sesi foto selesai terlebih dahulu sebelum mulai mengobrol serius.

Hingga berita ini ditulis, Buang dikabarkan masih melakukan seleksi ketat terhadap hasil jepretannya. Dari puluhan foto yang diambil, hanya satu atau dua yang dianggap layak untuk menghiasi media sosial pribadinya. Sementara itu, rekan-rekan wartawan lainnya telah lebih dulu menghabiskan hidangan, menyelesaikan secangkir kopi, bahkan bersiap kembali menjalankan tugas peliputan.

Bagi sebagian orang, makan adalah soal rasa. Namun bagi Buang, makan tampaknya juga soal estetika, pencahayaan, komposisi, dan sudut pengambilan gambar. Yang jelas, satu hal yang disepakati rekan-rekannya: jika suatu saat digelar Kejuaraan Nasional Selfie Sebelum Makan, nama Buang diyakini akan masuk dalam daftar unggulan dan berpotensi membawa pulang gelar juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *