Opini || Pedot.pro || Malam berjalan perlahan. Di atas meja sederhana, tersisa puntung-puntung rokok yang menjadi saksi panjangnya waktu dan banyaknya pikiran yang singgah. Sebotol minuman yang hampir habis, korek api yang terdiam, serta suasana rumah yang tenang menciptakan gambaran tentang seseorang yang sedang berbincang dengan dirinya sendiri.
Tak ada keramaian, tak ada tepuk tangan. Hanya kesunyian yang menemani, sementara pikiran berkelana menembus gelap malam. Kadang hidup memang seperti ini; bukan tentang seberapa ramai kita dikelilingi orang, tetapi tentang seberapa kuat kita bertahan saat hanya ditemani doa, harapan, dan keyakinan.
Di balik jendela, cahaya rumah di seberang tetap menyala, seolah mengingatkan bahwa setiap malam yang panjang pasti akan berujung pagi. Dan setiap lelah yang disimpan dalam diam, suatu saat akan menemukan jawabannya.
Karena tidak semua perjuangan harus diumumkan. Ada yang cukup diperjuangkan dalam sunyi, lalu Allah yang menjadi saksi atas segala ikhtiar dan air mata yang tak pernah terlihat manusia. 🤲🏻✨






