BADUNG – Pedot.pro || Rabu (1/7) Pelayanan di SPBU Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, menjadi sorotan publik setelah beredar unggahan viral di media sosial yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua diduga dipicu oleh pengisian bahan bakar menggunakan puluhan jerigen. Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai profesionalisme, transparansi, dan keadilan pelayanan kepada konsumen umum.
Berdasarkan informasi yang beredar, antrean terjadi ketika stok BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut dikabarkan habis atau masih menunggu pasokan. Kondisi itu membuat para pengendara yang semula hendak mengisi Pertalite beralih ke dispenser Pertamax, sehingga antrean kendaraan mengular hingga diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.
Di tengah panjangnya antrean, perhatian masyarakat tertuju pada sebuah dispenser di sisi ujung SPBU yang disebut-sebut jarang digunakan. Dalam unggahan yang viral, dispenser tersebut diklaim tiba-tiba dibuka untuk melayani sebuah mobil Suzuki APV yang membawa puluhan jerigen kosong.
Pengunggah menyebut kendaraan tersebut mengisi sekitar 30 jerigen Pertamax ketika puluhan pengendara sepeda motor masih menunggu giliran.
> “Station ujung yang nggak pernah kelihatan dibuka sama sekali itu tiba-tiba dipakai buat APV yang isi sekitar 30 jerigen Pertamax,” tulis pengunggah.
Unggahan itu juga menyoroti keberadaan beberapa pegawai SPBU yang terlihat berada di sekitar kendaraan selama proses pengisian berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya perlakuan khusus terhadap kendaraan pembawa jerigen.
> “Mana dipagerin empat pegawai, udah kayak artis pakai bodyguard,” tulis pengunggah.
Video beserta narasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sejumlah masyarakat mempertanyakan apakah pengisian BBM menggunakan puluhan jerigen telah memenuhi ketentuan yang berlaku, terlebih ketika konsumen umum sedang menghadapi antrean panjang akibat keterbatasan stok.
Selain itu, muncul pertanyaan mengenai mekanisme pelayanan di SPBU, khususnya terkait dugaan prioritas pengisian terhadap kendaraan yang membawa banyak jerigen dibandingkan konsumen roda dua yang telah lebih dahulu mengantre.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti tujuan pengisian puluhan jerigen tersebut maupun apakah pengisian dilakukan berdasarkan izin atau prosedur yang berlaku. Pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar.
Karena itu, informasi mengenai dugaan adanya perlakuan khusus terhadap kendaraan pembawa jerigen masih sebatas klaim yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin berkembang. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memastikan seluruh pelanggan memperoleh pelayanan yang adil sesuai ketentuan.
Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap prosedur pelayanan, masyarakat berharap dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Sebaliknya, apabila pengisian puluhan jerigen tersebut memang dilakukan berdasarkan ketentuan operasional yang sah, publik juga berharap penjelasan resmi segera disampaikan untuk memberikan kepastian informasi dan mencegah kesalahpahaman.






