Beranda / Berita / Kasus Dugaan Malpraktik RS Yasmin Mencuat, Anggota DPRD Banyuwangi Saiful Anam Angkat Bicara dan Siap Kawal hingga Tuntas

Kasus Dugaan Malpraktik RS Yasmin Mencuat, Anggota DPRD Banyuwangi Saiful Anam Angkat Bicara dan Siap Kawal hingga Tuntas

BANYUWANGI – PEDOT.PRO || Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Saiful Anam, S.E., angkat bicara terkait mencuatnya kasus dugaan malpraktik yang menimpa seorang pasien di RS Yasmin Banyuwangi. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar pemberitaan mengenai dugaan kelalaian medis pasca-operasi pengangkatan batu empedu yang diduga menyebabkan kondisi pasien memburuk hingga harus menjalani penanganan lanjutan.

Menanggapi persoalan tersebut, Saiful Anam menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran dalam pelayanan kesehatan harus ditangani secara serius, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, keselamatan pasien merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. Fasilitas dan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan fundamental masyarakat yang harus dijamin kualitas dan keamanannya,” ujar Saiful Anam, Selasa (7/7/2026).

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menghormati proses klarifikasi dan mekanisme yang sedang berjalan, sehingga setiap fakta dapat diungkap secara objektif tanpa mengesampingkan hak-hak pasien maupun tenaga kesehatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, keluarga pasien melalui Oase Law Firm selaku kuasa hukum Gatot Suwito dan istrinya, Ny. Sutipah (51), telah melayangkan surat permohonan klarifikasi sekaligus tuntutan pertanggungjawaban kepada Direktur RS Yasmin Banyuwangi atas dugaan kelalaian medis yang dialami pasien.

Saiful Anam menegaskan bahwa DPRD Banyuwangi akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Apabila persoalan tersebut tidak segera memperoleh penyelesaian yang jelas dan berkeadilan, pihaknya siap mengambil langkah melalui mekanisme kelembagaan.

“Kita kawal bersama. Jika memang belum ada titik penyelesaian, saya akan memanggil seluruh pihak terkait untuk duduk bersama di Gedung DPRD Banyuwangi agar persoalan ini dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusi terbaik,” tegasnya.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di Banyuwangi, sehingga standar keselamatan pasien, profesionalisme tenaga medis, serta mutu pelayanan rumah sakit dapat terus ditingkatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Reporter: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *