Beranda / Berita / Mahasiswa Didorong Aktif Mengawal Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah

Mahasiswa Didorong Aktif Mengawal Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah

Banyuwangi – pedot.pro || Sabtu (6/6), Generasi muda kembali mendapat ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan aspirasi dalam kehidupan demokrasi melalui kegiatan Diskusi Publik: Peran Pemuda dalam Mengkritisi Kebijakan Publik di Tingkat Lokal dan Nasional yang akan diselenggarakan oleh BEM Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 13.00 WIB di Auditorium Untag 45 Banyuwangi tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang dialog terbuka.

Forum ini diharapkan mampu memperkuat budaya demokrasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya partisipasi publik dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.


HADIRKAN NARASUMBER STRATEGIS

Panitia menghadirkan sejumlah tokoh penting Banyuwangi yang selama ini memiliki peran besar dalam pembangunan dan pelayanan publik.

Di antaranya:

  • Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi
  • Bupati Banyuwangi
  • Kapolresta Banyuwangi
  • Dandim 0825/Banyuwangi

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan tokoh mahasiswa dan aktivis kampus yang akan memberikan perspektif kritis mengenai peran generasi muda dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu menghadirkan dialog yang produktif dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.


PEMUDA BUKAN HANYA PENONTON

Ketua BEM Untag Banyuwangi, Rofi’uddin Rohmatulloh, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam kehidupan demokrasi.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus mampu memberikan kritik yang membangun, berbasis data, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Peran mahasiswa sebagai agen perubahan dinilai tetap relevan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

Melalui forum diskusi publik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan budaya intelektual yang sehat serta meningkatkan kualitas partisipasi publik di era demokrasi modern.


WADAH EDUKASI POLITIK DAN KONTROL SOSIAL

Diskusi publik tersebut juga menjadi sarana pendidikan politik bagi generasi muda.

Peserta akan diajak memahami proses penyusunan kebijakan publik, fungsi pengawasan masyarakat, hingga pentingnya menjaga kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.

Berbagai isu strategis akan menjadi bahan diskusi, mulai dari pembangunan daerah, tata kelola pemerintahan, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.

Panitia berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun lembaga terkait.


MEMBANGUN PEMIMPIN MASA DEPAN

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, diskusi publik ini dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.

Mahasiswa diajak untuk belajar berdialog, berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Dengan mempertemukan mahasiswa dan para pengambil kebijakan dalam satu forum, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara generasi muda dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.


INFO KEGIATAN

Agenda : Diskusi Publik Peran Pemuda dalam Mengkritisi Kebijakan Publik di Tingkat Lokal dan Nasional

Penyelenggara : BEM Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Hari/Tanggal : Senin, 8 Juni 2026

Waktu : 13.00 WIB

Tempat : Auditorium Untag 45 Banyuwangi

Reporter : Rio


TAJUK REDAKSI

“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang kritis dan pemuda yang berani menyuarakan kebenaran. Ruang dialog seperti ini menjadi jembatan penting antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah demi masa depan Banyuwangi yang lebih maju.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *