KALTENG — PEDOT.PRO || Minggu 23 Agustus 2026, Penanganan kondisi hutan di Kalimantan Tengah pascakejadian kebakaran mendapat perhatian dari Ketua Umum Fast Respon, R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, yang akrab disapa Agus Flores.
Agus Flores mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, mulai dari sebelum kejadian hingga penanganan pascakebakaran hutan. Menurutnya, penggunaan istilah “pembakaran” dalam pernyataannya merujuk pada dugaan adanya aktivitas pihak tertentu yang melakukan pembakaran, bukan semata-mata kebakaran yang terjadi secara alamiah.
“Dari awal pra kejadian sampai pascapembakaran hutan kemarin di Kalteng, saya selalu monitor. Kenapa saya katakan pembakaran? Karena ada yang melakukan pembakaran dalam situasi cuaca panas dan El Nino,” ujar Agus Flores, Minggu (23/8/2026).
Agus Flores menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., beserta seluruh jajaran kepolisian dan pihak terkait yang dinilai telah bekerja keras dalam menangani kondisi tersebut.
Berdasarkan pemantauan yang disampaikannya, kondisi di sejumlah wilayah terdampak disebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia bahkan menyebut sekitar 70 persen kondisi hutan mulai stabil.
“Syukur Alhamdulillah, Bapak Kapolda Kalteng beserta jajarannya mampu mengatasinya. Bahkan 70 persen kondisi hutan sudah mulai stabil,” tegasnya.
Meski demikian, angka tersebut merupakan pernyataan Agus Flores berdasarkan hasil pemantauannya, sehingga kondisi faktual di lapangan tetap perlu mengacu pada data dan keterangan resmi dari instansi berwenang.
Selain memberikan apresiasi terhadap upaya penanganan, Agus Flores juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, informasi mengenai kebakaran hutan, bencana, maupun kondisi lingkungan dapat berkembang secara cepat di dunia maya. Tanpa verifikasi, informasi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat.
“Saya tidak terlalu percaya di medsos. Banyak hoaks yang ditambah-tambahkan. Ternyata ketika dilihat di lapangan, kondisinya berbeda,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan tidak tergesa-gesa membagikan informasi yang belum diketahui sumber serta kebenarannya.
“Mari kita bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya.”
Pesan tersebut dinilai penting mengingat persoalan kebakaran hutan memiliki dampak luas, baik terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.
Agus Flores menegaskan, masyarakat sebaiknya menunggu informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Ia juga kembali memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan pihak terkait yang telah terlibat dalam penanganan kondisi hutan di Kalimantan Tengah.






