BANYUWANGI – PEDOT.PRO || Jumat 23 Oktober 2026. Pemasangan infrastruktur jaringan telekomunikasi di kawasan permukiman kembali menjadi sorotan. Kali ini, Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Pedot.pro, Onny Nafisil, menyoroti keberadaan tiang penyangga kabel internet milik MyRepublic yang disebut berdiri di dalam saluran drainase di Jalan KH. Harun, Desa Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.
Keberadaan tiang tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian lokasi pemasangan dengan fungsi saluran drainase serta ketentuan penataan infrastruktur di ruang publik. Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait, terutama untuk memastikan saluran air tetap berfungsi optimal.
Onny Nafisil menegaskan bahwa pembangunan jaringan internet merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat modern. Namun, menurutnya, pemasangan infrastruktur tersebut harus tetap memperhatikan keselamatan warga, ketertiban lingkungan, dan fungsi fasilitas umum.
“Pembangunan infrastruktur digital memang dibutuhkan masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus memperhatikan aturan dan kepentingan publik. Saluran drainase memiliki fungsi penting untuk mengalirkan air hujan. Karena itu, keberadaan tiang di dalam saluran tersebut perlu diperiksa untuk memastikan tidak menghambat aliran air,” tegas Onny Nafisil.
Ia menilai, apabila posisi tiang mempersempit jalur aliran atau menjadi tempat tersangkutnya sampah, kondisi tersebut berpotensi menghambat drainase dan meningkatkan risiko genangan ketika hujan deras.
Selain itu, konstruksi saluran air yang tidak dirancang untuk menahan beban tambahan juga perlu diperiksa guna mengantisipasi kemungkinan kerusakan dinding maupun fondasi drainase.
Menurut Onny, penataan kabel dan kondisi fisik tiang di lokasi juga perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi warga yang melintas maupun beraktivitas di sekitarnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Media Pedot.pro meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui dinas teknis terkait, termasuk perangkat daerah yang membidangi pekerjaan umum dan penegakan peraturan daerah, untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan status lahan, fungsi saluran drainase, kelengkapan perizinan, serta kesesuaian pemasangan tiang dengan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah perlu melakukan pengecekan secara langsung. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perizinan atau penggunaan fasilitas umum, kami berharap ada tindakan sesuai aturan. Jangan sampai pembangunan jaringan internet justru mengabaikan fungsi fasilitas publik,” ujarnya.
Onny juga mendorong pihak MyRepublic dan kontraktor pelaksana untuk memberikan penjelasan mengenai dasar pemasangan tiang tersebut, termasuk apakah telah memperoleh persetujuan dari instansi yang berwenang.
Ia menegaskan bahwa langkah evaluasi diperlukan agar persoalan serupa dapat dicegah dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat di kemudian hari.
Sebagai langkah penyelesaian, Onny Nafisil mendorong agar dilakukan evaluasi teknis terhadap posisi tiang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keberadaannya mengganggu fungsi drainase atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ia meminta pihak terkait mempertimbangkan relokasi ke lokasi yang lebih tepat.
Menurutnya, penyelesaian persoalan harus mengedepankan kepentingan masyarakat, keselamatan lingkungan, dan kepastian aturan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak MyRepublic maupun instansi berwenang mengenai status perizinan dan hasil pemeriksaan atas pemasangan tiang tersebut. Oleh karena itu, diperlukan konfirmasi lebih lanjut agar persoalan ini dapat dinilai secara objektif berdasarkan fakta di lapangan.
Media Pedot.pro akan terus mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan serta asas praduga tak bersalah.






