Beranda / UMKM / UMKM Naik Kelas Bersama BRI Pasuruan, Toko Bangunan A. Cholil Terus Berkembang

UMKM Naik Kelas Bersama BRI Pasuruan, Toko Bangunan A. Cholil Terus Berkembang

PASURUAN — PEDOT.PRO || Komitmen BRI Pasuruan dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembang dan naik kelas kembali terlihat dari perjalanan usaha A. Cholil, pemilik toko bangunan yang kini mampu memperluas persediaan barang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Cholil mengawali usaha toko bangunannya dengan mengandalkan modal pribadi. Pada tahap awal, keterbatasan modal membuat barang yang tersedia masih relatif terbatas, seperti semen, paku, serta cat eceran.

Namun, meningkatnya kebutuhan pelanggan membuat Cholil melihat peluang untuk memperbesar usahanya. Ia mulai menambah jenis material bangunan agar pelanggan dapat memperoleh kebutuhan konstruksi secara lebih lengkap di tokonya.

Dukungan pembiayaan dari BRI Pasuruan kemudian dimanfaatkan Cholil sebagai tambahan modal kerja untuk meningkatkan kapasitas usaha. Modal tersebut digunakan secara produktif, terutama untuk menambah stok dan memperluas variasi barang dagangan.

Kini, toko bangunan milik Cholil tidak hanya menyediakan semen, paku, dan cat, tetapi juga berbagai material lainnya, seperti besi, baja ringan, keramik, genteng hingga alat-alat pertukangan.

Perkembangan tersebut turut memperluas pelayanan kepada pelanggan. Toko bangunan Cholil kini melayani pengiriman material ke sejumlah wilayah, di antaranya Cowek, Jatiarjo dan sekitarnya, dengan menggunakan armada pickup milik toko.

Dalam satu bulan, rata-rata terdapat sekitar 20 hingga 30 kali pengiriman material kepada pelanggan. Barang yang dikirim antara lain semen, pasir, besi, cat dan berbagai kebutuhan material bangunan lainnya.

Bagi Cholil, dukungan pembiayaan dari BRI bukan sekadar tambahan modal, tetapi menjadi salah satu faktor yang membantu dirinya meningkatkan kapasitas usaha.

“Selama menjadi nasabah BRI saya sangat terbantu. Proses pengajuan KUR/UMKM di BRI mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Petugas BRI juga ramah dan selalu memberikan penjelasan serta pendampingan. Dengan adanya modal dari BRI, usaha toko bangunan saya bisa lebih berkembang dan melayani pelanggan lebih lengkap,” ujar Cholil.

Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan sangat penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Ia berharap dukungan terhadap sektor UMKM dapat terus diperkuat.

“Saya berharap BRI terus menjadi bank yang peduli dengan UMKM. Semoga program pinjaman tetap mudah diakses, bunga ringan, dan ada pelatihan manajemen toko agar kami pelaku usaha bisa semakin maju. Terima kasih BRI atas kepercayaannya,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Pasuruan Agus Setiyono mengatakan, perkembangan usaha Cholil menjadi salah satu contoh bahwa akses pembiayaan yang digunakan secara produktif dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnisnya.

“BRI Pasuruan berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra bagi pelaku UMKM. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat menjadi pengungkit bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga semakin banyak UMKM yang dapat tumbuh dan naik kelas,” ujar Agus.

Ia menilai, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membaca peluang, menjaga konsistensi, serta mengelola pembiayaan secara tepat dan produktif.

“Perjalanan usaha Bapak Cholil menunjukkan semangat pelaku UMKM untuk terus berkembang. Dari awalnya menyediakan barang yang masih terbatas, kini usahanya mampu menawarkan material yang lebih lengkap serta melayani pengiriman kepada pelanggan di berbagai wilayah. Kami berharap kisah ini dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk terus optimistis dalam mengembangkan usaha,” tambah Agus.

BRI Pasuruan pun terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui layanan perbankan, akses pembiayaan serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.

Melalui dukungan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, memperkuat daya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Perjalanan A. Cholil menjadi gambaran bahwa ketika peluang usaha bertemu dengan pengelolaan modal yang produktif, UMKM memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan naik kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!